Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan selama ini perusahaan harus menyambangi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyatakan minat dan pendaftaran IPO. "Akan ada perubahan, seperti penyederhanaan syarat dan ketentuan melakukan IPO," ujar dia di Jakarta, Kamis (25/9).
Dengan dipermudahnya proses IPO, dia berharap akan semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mencatatkan sahamnya di BEI. Sehingga, upaya otoritas keuangan untuk memperdalam pasar modal bisa segera terwujud. "Selama ini ada pemahaman masuk pasar modal itu susah, kami ingin tekankan, siapapun bisa masuk pasar modal," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya ingin menambah jumlah emiten, OJK juga berambisi memperbanyak investor pasar modal. Salah satu cara adalah dengan memperluas basis pemodal domestik hingga ke seluruh daerah. Salah satu langkah yang dianggap dapat mendorong minat investor ritel berinvestasi saham adalah dengan mengurangi jumlah lot saham yang sebelumnya 500 saham per satu lot menjadi 100 saham per satu lot.
Melalui langkah-langkah tersebut, Nurhaida optimistis jumlah investor domestik khususnya retail akan meningkat lebih pesat dengan adanya dukungan lembaga non bank yang juga menjadi APERD.