"Produksi ini berasal dari upaya pengeboran sumur BA-7, BA-8 dan BA-9 di Selat Panjang," ujar Direktur Utama Sugih Energy Andhika Anindyaguna di Jakarta, Kamis (25/9).
Selain tiga sumur tersebut, perseroan juga mendapat tambahan produksi gas sebesar 4,5 MMSCFD dari kegiatan workover yang dilakukan pada tiga sumur lain yaitu SP-0, SP-1 dan SP-2. Diharapkan, semua pengembangan yang dilakukan ini bisa menghasikan minyak sebesar 4.400 BPH dan gas sebanyak 25 MMSCFD pada akhir 2014.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Sugih Energy kepada Bursa Efek Indonesia pada 24 September 2014, Andhika menjelaskan sampai awal September Petroselat telah melakukan sebagian besar pekerjaan utama tahun ini. Mulai dari pekerjaan pengeboran, workover, dan pembangunan fasilitas produksi.
Sugih Energy melalui Petroselat Ltd memiliki 55 persen hak partisipasi atau participating interest pada blok Selat Panjang. Dalam work program and budgeting (WPNB) yang diajukan ke SKK Migas, blok ini memiliki kandungan minyak sebesar 37,5 million stock tank barrels of oil (MMSTB) dan gas sebanyak 118,4 billion standard cubic feet (BSCF). Dari proyeksinya, blok migas Selat Panjang akan mencapai puncak produksi pada 2018 dengan kapasitas 8.538 BPH.