Anode slime merupakan salah satu produk samping yang dihasilkan dalam proses peleburan dan pemurnian tembaga yang didalamnya mengandung emas dan perak. Sementara toll in fee merupakan pendapatan yang diperoleh Antam dari jasa pengolahan anode slime milik Smelting.
I Made, Kepala Proyek Pengolahan Anode Slime Antam menjelaskan alasan perusahaan memilih skema toll in fee daripada harus membeli bahan baku yang dikenakan PPN karena pertimbangan internal rate of return (IRR) yang lebih besar. "Jika menggunakan toll in fee, IRR sekitar 12-15 persen. Sementara kalau beli putus anode slime dengan membayar PPN, IRR proyek tersebut dibawah 10 persen," kata Made ketika dihubungi, Selasa (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Kementerian Keuangan masih mengenakan PPN terhadap pembelian anode slime dari PT Smelting, Antam kemudian lebih memilih skema toll in fee dengan alasan tidak ekonomis kalau masih ada PPN. Kami masih mengupayakan agar Kementerian Keuangan memberikan fasilitas pembebasan PPN untuk proyek Antam ini," ujar Sukhyar.
Dengan kadar emas murni sebesar 1,5 persen, dore ini kemudian akan dioleh oleh PT Logam Mulia menjadi emas batangan sebanyak 7,5 ton per tahun. Pembangunan pabrik tahap II akan dilanjukan tahun 2015, sehingga Antam mampu mengolah sekitar 2.000 ton anode slime per tahun.