"Proyek dikerjakan oleh Konsorsium Wijaya Karya, Remaja Bangun Kencana Kontraktor dan juga Kelsri. Pembangunannya sendiri menelan investasi hingga US$ 515,7 juta," ujar Presiden Direktur Pertagas Hendra Jaya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/10).
Hendra menargetkan proyek pipa gas yang berkapasitas 500 juta kaki kubik standar per hari (mmscfd) itu dapat beroperasi pada kuartal pertama 2016. Untuk menjamin ketersediaan, pihaknya telah mendapat alokasi gas akses dari produksi Kangean sebesar 30 mmscfd pada 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pembangunan pipa ini memiliki arti yang strategis. Jadi butuh dukungan pemerintah untuk merealisasikan program konversi BBM ke gas,” katanya.
Hal yang sama juga diungkapkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Ia menilai surplus gas di Jawa Timur belum sepenuhnya dinikmati masyarakat sekitar. Untuk itu Sukarwo berharap pembangunan pipa gas Gresem dapat dimanfaatkan untuk masyarakat yang dilewatinya.
“Semakin cepat pipa selesai terbangun akan lebih baik bagi pemanfaatan gas di berbagai sektor di Jawa Timur,” katanya.