Itulah alasan Joko Widodo menyempatkan diri menyaksikan pembukaan pameran perdagangan tersebut. Didampingi Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, pria yang akrab disapa Jokowi tersebut berbagi gambaran tentang program peningkatan ekspor yang akan dijalankan pemerintahannya nanti. Berikut penuturannya kepada sejumlah wartawan dan CNN Indonesia:
Pendapat anda tentang pameran ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya apa?
Apa rencana pemerintahan mendatang untuk memperbaiki itu?
Tentu kondisi ini harus diubah dan diolah lagi menjadi produk setengah jadi. Syukur kalau bisa sampai diekspor sebagai produk jadi. Jadi stop ekspor produk mentah, lakukan produksi barang jadi di Indonesia sebelum mengekspor.
Manfaatnya apa bagi ekonomi Indonesia?
Nilai tambah itu harus ada di Indonesia, tergetnya harus itu. Jangan hanya menjual produk mentah yang harganya murah, tetapi bagaimana meningkatkan nilai tambah produk yang diekspor.
Selain memperbaiki sisi hulu produksi, apa lagi yang akan dilakukan untuk meningkatkan nilai ekspor?
Hal berikutnya yang harus dilakukan, perlu lebih banyak lagi dilakukan kegiatan promosi perdagangan. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri. Artinya kita harus menyerang dan melakukan penetrasi pasar, jangan menunggu bola.
Negara mana saja yang jadi target ekspor pemerintahan mendatang?
Semuanya, kita serang negara-negara yang ingin kita masuki. Sehingga produk kita bisa segera sampai ke sana. Saya sering menyampaikan, tugas duta besar Indonesia itu nantinya bukan hanya diplomasi politik yang diperbanyak tetapi perbesar porsi diplomasi ekonomi. 89 persen kegiatan duta besar nanti harus membangun diplomasi kerjasama ekonomi, kerjasama perdagangan. Mereka melakukan promosi, sehingga negara-negara luar tahu produk-produk berkualitas yang ada di Indonesia.
Berapa persen target peningkatan ekspor di pemerintahan Anda nanti?
Dilantik saja belum. Nanti ngomongnya setelah dilantik. Tetapi dalam tiga tahun pertama, nilai ekspor harus bisa naik diatas tujuh persen. Sehingga defisit neraca perdagangan harus diperkecil, sampai akhirnya dihilangkan.
Apakah peningkatan nilai ekspor itu juga akan dikejar dari memperbanyak ekspor mobil nasional?
Mobil produksi Indonesia sudah diekspor dan kandungan lokalnya sudah mencapai 80-90 persen itu sudah tinggi sekali. Artinya spare part dan semua komponen yang ada di mobil tersebut semua produk Indonesia. Satu yang belum kita punya adalah pabrikan atau brand mobil yang benar-benar asli Indonesia. Nanti itu merupakan tugas Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk dapat meningkatkan ekspor.