Hardi Wijaya Liong, Chief Executive Officer Tower Bersama mengatakan kesepakatan kemitraan strategis ini dapat memperkut kinerja dan aset perseroan. "Kemitraan ini dapat meningkatkan skala bisnis TBIG secara signifikan," kata dia dalam siaran pers, Jumat (10/10).
Transaksi tukar guling saham ini sudah lama direncanakan Telkom dalam rangka meoptimalkan bisnis anak-anak usaha. Untuk tahap awal, Tower Bersama akan memiliki 49 persen saham di Mitratel, sedangkan Tekom akan memiliki 5,7 persen saham atau sebanyak 290 juta saham baru Tower Bersama. Setelah menyelesaikan pertukaran saham tahap awal, TBIG akan memegang kendali manajemen dan mengonsolidasikan Mitratel dalam laporan keuangan Perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelesaian transaksi ini bergantung pada berbagai persetujuan termasuk persetujuan pemegang saham TBIG. Diharapkan transaksi tahap awal selesai pada kuartal keempat tahun ini. Saham TBIG pada penutupan perdagangan kemarin tercatat naik 2,26 persen di harga Rp 7.925 per saham dan terus naik pada perdagangan sesi satu sebanyak 5,99 persen ke harga Rp 8.400 per saham. Sedangkan saham Telkom stagnan di harga Rp 2.800 per saham pada penutupan perdagangan kemarin dan melemah 0,89 persen ke harga Rp 2.775 per saham pada pertengahan sesi perdagangan hari ini.
Melalui transaksi tersebut, aset menara Tower Bersama akan bertambah signifikan. Saat ini perseroan memiliki dan mengoperasikan 11.266 sites dengan 18.028 penyewa menara. Sedangkan Mitratel memiliki dan mengoperasikan 3.928 menara dengan 4.363 penyewaan. Mitratel dimiliki sepenuhnya oleh Telkom. Barclays bertindak sebagai penasehat keuangan eksklusif yang ditunjuk oleh BUMN telekomunikasi milik negara itu.