Widodo Santoso, Ketua Umum ASI mengatakan rata-rata penjualan semen di pasar domestik mencapai 5,8 juta ton per bulan. Dalam tiga bulan ini diperkirakan penjualan semen anggota ASI mencapai 17,4 juta ton. "Jika ditambah dengan ekspor, total penjualan tahun ini maksimal mencapai 62 juta ton," kata Widodo kepada CNN Indonesia, Selasa (21/10).
Pencapaian tahun ini, menurut dia, tumbuh 5,83 persen dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu sebesar 58,58 juta ton. Sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan pertumbuhan penjualan 2014 terhadap 2013 sebesar 6 persen yang pernah dibuat ASI awal tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanti Proyek Jokowi
Meskipun demikian Widodo menolak jika disebut pertumbuhan permintaan semen mengalami perlambatan. Apalagi tahun depan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memiliki program pembangunan infrastruktur yang cukup banyak dengan memanfaatkan dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang berhasil dihemat. Widodo memperkirakan total penjualan semen tahun depan bisa mencapai 68 juta ton, naik 9,67 persen dibandingkan estimasi penjualan tahun ini 62 juta ton.
Beberapa proyek infrastruktur yang menjadi andalan anggota ASI untuk dapat memasok semen produksinya antara lain Jalan Tol Trans-Sumatera sepanjang 2.700 kilometer yang sudah dimulai pembangunannya sejak 2012, serta tol atas laut Jakarta-Surabaya yang digagas oleh 19 Badan Usaha Milik Negara (BUMN).