Ekonom Universitas Gadjah Mada, Sri Adiningsih, mengatakan penunjang produktivitas yang seharusnya dimiliki buruh, seperti pendidikan dan keterampilan, masih sangat kurang. “Sehingga mereka menerima upah yang rendah,” kata Sri, di Jakarta, Selasa (21/10) malam.
Sri menilai itu pula yang menyebabkan persentase produktivitas Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara tetangga di kawasan ASEAN. Menurutnya, kalau pemerintah ingin mensejahterakan buruh dengan meningkatkan pendapatan, seperti menaikkan UMR, maka pemerintah harus mendorong pembangunan yang sifatnya memfasilitasi kebutuhan hidup para buruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pendidikan dan keterampilan, faktor lain yang mampu menggenjot produktivitas adalah infrastruktur. Salah satunya adalah pembenahan transportasi umum. Menurut Sri pemerintah harus fokus membenahi polemik transportasi umum, khususnya di kota besar, yang menjadi moda andalan para buruh dalam melakukan kegiatannya.
"Kalau kita ke kantor memakan waktu dua hingga tiga jam karena macet, itu juga mempengaruhi produktivitas kita juga," ujar Sri.
Dia yakin pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan melanjutkan pembenahan infrastruktur tersebut, sebab itu sudah menjadi program kerja mereka.