Dari keterangan resmi yang diperoleh CNN Indonesia, aksi mogok dilatarbelakangi maraknya insiden kecelakaan akibat kelalaian manajemen Freeport dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu, tata cara manajemen Freeport memperlakukan pekerja juga dinilai tidak layak.
"Manajemen dan pimpinan Freeport semakin semena-mena dalam memperlakukan pekerja. Mereka juga gagal dalam menjalin hubungan baik dengan pihak maupun instansi lain yang berada di lingkungan kerja perusahaan di Papua," kata Ketua Serikat Pekerja Freeport, Sudiro, Senin (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menolak kegiatan mutasi dan rotasi tugas yang dilakukan manajemen selama ini. Sudah dilakukan musyawarah namun sampai sekarang tidak ada penyelesaian dari manajemen Freeport," tulis Sudiro.
Sayang, hingga berita ini diturunkan manajemen Freeport enggan menanggapi ancaman pekerja. Aksi mogok tersebut diyakini akan berdampak pada melorotnya angka produksi konsentrat yang berefek domino pada turunnya pendapatan negara dari royalti dan setoran pajak Freeport.