"Harus kita apresiasilah. Hanya saja Menteri ESDM harus punya hitungan dan putusan yang tepat agar semuanya berkalan optimal," ujar Pengamat Energi John Karamoy kepada CNN Indonesia, Jumat (31/10).
Selain memprioritaskan program pembenahan internal di Kementerian ESDM, Sudirman telah mengungkapkan rencananya untuk mencari Kepala SKK Migas baru paska ditangkapnya Rudi Rubiandini atas kasus suap penjualan gas. Saat ini SKK Migas hanya dipimpin oleh pejabat pelaksana tugas yaitu Johannes Widjanarko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak jajaran di internal SKK Migas yang saya lihat mumpuni, berintegritas dan muda-muda. Mungkin bisa jadi pertimbangan Pemerintah untuk memilih Kepala SKK Migas kedepan," kata John.
"Selain itu Kepala SKK Migas harus bisa memotong birokrasi. Diharapkan semua jajaran SKK Migas juga ikut mendukung," kata Lukman.
Jadi BUMN
Selain memilih Kepala SKK Migas yang baru, pemerintah juga berencana menerbitkan aturan berupa Undang-Undang yang akan memayungi keberadaan lembaga ini. Meski begitu, Sudirman masih enggan menjelaskan akan seperti apa bentuk SKK Migas kedepan.
"Kalau nama nanti saja. Yang jelas draf Undang-Undang terus dikaji dan saya belum bisa kasih tahu akan seperti apa lembaga ini kedepannya," kata Sudirman.
John menyarankan agar Pemerintah mengubah SKK Migas menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang khusus menangani kontrak kerjasama dengan perusahaan migas. "Nantinya sifat pengelolaan migas business to business. Tapi mereka tetap harus mengawasi dan masuk ke manajemen untuk mengetahui mekanisme kerjanya," usul John.
Lihat juga:Menteri ESDM Akan Rombak Pimpinan SKK Migas |