Tiga menit setelah perdagangan awal dibuka pukul 09.00 WIB tadi pagi, harga saham Blue Bird meningkat 18,46 persen ke angka Rp 7.500 per saham dengan total transaksi sebesar Rp 10,67 miliar atau 2.800 lot saham. Saat berita ini diturunkan, saham Blue Bird diperdagangkan dengan harga Rp 7.375 per saham.
"Dana yang akan diperoleh dari IPO ini 53,04 persen akan digunakan untuk melunasi pinjaman, dan 46,96 persen sisanya akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan. Kami memperkirakan sebanyak 65 persen pembeli saham kami akan dipenuhi dari investor asing dan 35 persen dari investor domestik," kata Direktur Keuangan Blue Bird Robert Rerimasie, Rabu (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Listing Blue Bird dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan surat pernyataan efektif untuk melakukan IPO pada 29 oktober 2014. "Dengan terdaftarnya Blue Bird di bursa saham Indonesia, kami akan senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku dan berusaha melaksanakan good governance," kata Direktur Utama Blue Bird Purnomo Prawiro.
Dalam melaksanakan IPO, Blue Bird menunjuk PT Credit Suisse Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT UBS Securitties Indonesia Indonesia sebagai penjamin emisi efek. Penjamin emisi telah membantu perseroan melakukan roadshow di tujuh kota besar yaitu Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Hong Kong, London, New York, dan Boston untuk menawarkan sahamnya ke investor.