"Tahun 2014 ini targetnya US$ 443 juta. Sampai akhir tahun pokoknya kurang dari US$ 60 juta lagi. Ini harus tercapai," jelas Sonny Saleh, Kepala Perencanaan Perusahaan PT DI, pada perhetalan Indo Defence Expo & Forum di JIExpo Kemayoran, Sabtu (8/11)
Menurut Sonny, pemasukan terbesar PT DI mayoritas berasal dari penjualan pesawat terbang dan helikopter, dengan target tahun ini menyumbang 81 persen. Hal itu telah memperhitungkan kapasitas produksi PT DI, yang rata-rata per tahun menghasilkan lima unit pesawat dan sepuluh unit helikopter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara sisanya, lanjut Sonny, diharapkan disumbang oleh sektor bisnis lainnya, yakni industri komponen pesawat, jasa penerbangan dan teknologi pesawat terbang. "Kalau target dari suplai komponen itu sekitar US$ 10,5 juta, Aircraft services US$ 40,2 juta, tekhnologi dan pengembangannya US$ 40,2 juta," paparnya.
"Mulai dari ditandatanganinya kontrak pembelian dua unit CN 235-220 oleh perusahaan Belgia, kemudian tandatangan kerjasama dengan Honeywell, serta di ekspornya CN 235-220 ke sejumlah negara untuk pesawat kepresidenan," paparnya.
Perusahaan asal Belgia yang diketahui membeli dua unit CN 235-220 adalah AD Trade. Kedua unit pesawat tersebut berbeda harga, tetapi salah satunya dibandrol US$ 22 juta. Daya tarik dari CN 235-220 antara lain ramp door dan pintu belakangnya yang lebar sehingga mampu mempermudah proses pengangkutan dan penurunan kargo.
Lihat juga:PT DI dan Honeywell Aerospace AS Teken MoU |