"Kita hapuskan saja premium karena oktannya terlalu tinggi, sekitar 88-90. Kita bikin BBM rakyat yang oktannya 83. Jadi kalau mobil bagus pakai nanti mesinnya rusak, yang bisa pakai ini cuma nelayan, angkot, motor, hingga subsidi akan turun sebesar 40 persen," ujar Rizal di Jakarta, Senin (10/11).
Rizal juga menyarankan pemerintah menaikkan harga Pertamax sehingga terjadi subsidi silang. Walaupun Rizal tidak menyebut angka pastinya, pria yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di masa pemerintahan Abdurrahman Wahid tersebut pernah menyarankan agar Pertamax dinaikkan harganya menjadi Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT