"Uni Eropa sangat terkesan dengan sistem demokrasi yang dibawa oleh Pemerintahan baru ini. Banyak hal yang kami rasa layak mendapat perhatian para investor dari Eropa," ujar Olof Skoog, Duta Besar UE untuk Indonesia dan ASEAN di kantor delegasi UE Jakarta Pusat, Jumat (14/11).
Menurut Skoog, beberapa petinggi perusahaan besar UE dijadwalkan datang ke Jakarta pada minggu depan guna berdiskusi dengan pemerintah Indonesia terkait isu perdagangan dan investasi antara UE dan Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skoog mengakui hambatan dan batasan ekspor ke negara-negara Eropa memang masih cukup tinggi, seperti tarif dan standarisasi produk yang masih tinggi. Namun, Skoog meyakinkan batasan tersebut tidak mengurangi permintaan masyarakat Eropa terhadap produk-produk hasil Indonesia.
"Hal itu menunjukan Eropa masih jadi pasar ekspor minyak sawit terbesar Indonesia," ujar
Ketertarikan UE untuk investasi di Tanah Air melengkapi keinginan serupa yang telah disampaikan sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Angola.
Lihat juga:AS Siap Investasi US$ 61 Miliar demi Jokowi |
Olof Skoog menambahkan Eropa siap menggantikan posisi Tiongkok sebagai pasar ekspor terbesar Indonesia di tengah perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu. Untuk itu, Eropa siap memberikan insentif bagi para eksportir Indonesia berupa transfer teknologi.
"UE siap mengambil alih Tiongkok menjadi pasar ekspor terbesar Indonesia, dan perusahaan-perusahaan kami siap memberikan transfer teknologi kepada para pengusaha Indonesia," ujar Skoog.
Menurut Skoog, transfer teknologi yang akan diberikan antara lain di bidang infrastruktur, pertanian dan energi ramah lingkungan. "Kami ingin membagi pengetahuan bagaimana caranya mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan tetap memperhatikan lingkungan," kata Skoog.
Lihat juga:Pulang dari APEC Jokowi Kantongi US$ 27,4 M