“Saat ini jumlah emiten yang tercatat di bursa hanya sebanyak 502 emiten. Angka ini masih rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain,” ungkap Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sardjito dalam acara Capital Market Outlook 2015 di Grand Hyatt, Jakarta, Senin (17/11).
Sardjito mencontohkan jumlah emiten di negara tetangga seperti Malaysia saat ini sudah mencapai 900 lebih, lalu di Singapura sudah di atas 1.000 emiten. Apa lagi jika dibandingkan dengan negara maju, jumlah emiten di tanah air tergolong sangat sedikit. Padahal, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan kedua negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan sedikitnya jumlah emiten yang terdapat di Indonesia tersebut, perdagangan di bursa juga belum terlalu liquid sehingga Indonesia masih sangat bergantung pada investor asing. Untuk itu perlu adanya peningkatan agar bursa saham bisa lebih berkembang lagi.
Sardjito menambahkan saat ini produk-produk yang tersedia di pasar modal juga masih sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu penyebab pasar modal Indonesia bergantung pada investor asing.
"Perlu kerjasama seluruh pelaku industri. Produk-produk yang tersedia di pasar modal juga terbatas, yang berkembang saham, bond lumayan, reksadana masih ada, derivatif minim jadi dengan adanya keterbatasan produk yang ada itu kemudian pasar kita sangat sensitif terhadap investor asing," ujarnya.
Kendati demikian, pergerakan pasar modal Indonesia dalam lima tahun terakhir dinilai relatif cukup baik meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data BEI dalam 10 tahun terakhir kapitalisasi pasa BEI mengalami peningkatan signifikan sebesar 652,44 persen dari Rp 679,9 triliun di akhir 2004 menjadi Rp 5.116,2 triliun di akhir September.
"Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah emiten yang naik 331 emiten di tahun 2004 menjadi 502 emiten sampai dengan 7 September 2014," ungkap Direktur Pengembangan Usaha BEI Frederica Widyasari Dewi beberapa waktu lalu.