"Targetnya 20 persen, tapi sekarang masih 5 persen. Namun melihat kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM, maka baik bagi perkembangan biofuel," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono pada acara Konferensi Sawit Internasional (IPOC) 2015, Kamis (27/11).
Menurutnya, kebijakan energi terbarukan penting dikedepankan di tengah produksi energi fosil yang semakin terbatas. Untuk itu, Industri sawit, selaku pemasok bahan baku biofuel, dinilai Hari penting untuk mendapatkan dukungan pemerintah agar penggunaan biofuel bisa atraktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besarnya industri sawit nasional, kata Dadang, menjadi nilai lebih bagi Indonesia untuk menciptakan energi alternatif dari limbah industri sawit. "Bisa dalam bentuk gas, cair dan padat," katanya.
"Hal itu bakal meningkatkan permintaan biodiesel menjadi dua kali lipat pada 2016, dan kemudian naik 1,5 kali pada 2020. Untuk itu, investasi pabrik biodiesel harus ditingkatkan," tuturnya.