Karun Arya, Communication Lead South Asia Uber, mengatakan di setiap negara mereka beroperasi, mereka akan memenuhi segala kewajiban. Lagi pula, kata Arya, mereka masuk dengan menggandeng partner lokal. “Rekanan kami adalah perusahaan rental mobil,” kata Arya dalam sebuah wawancara khusus dengan CNN Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/11) malam.
Skema pembagian pendapatannya, kata Arya, adalah 20 persen untuk ongkos jasa pemesanan, dan 80 persen untuk pengemudi dan perusahaan yang mempekerjakannya. Arya yakin, perusahaan rekanan mereka juga taat pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami ini perusahaan teknologi, kami tidak memiliki armada taksi, kami hanya menghubungkan konsumen dengan transportasinya,” kata Jiang. “Uber hanya membuat aplikasi.”
“Saya tidak tahu sudah seberapa jauh, tapi ingin bertemu dengan pemerintah untuk mendiskusikan bagaimana kita bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang inovatif dan lebih aman bagi masyarakat Indonesia,” kata Arya.