“Kampanye negatif masih ada, tetapi perlu kita lihat secara jelas. Eropa mempunyai petani yang menghasilkan minyak nabati yang bersaing dengan minyak kelapa sawit,” ujarnya di Konferensi Sawit Internasional (IPOC), Rabu (27/11).
Arif menyayangkan sikap Eropa yang meminta Indonesia dihukum kebijakan anti dumping terhadap produk minyak nabati yang juga diproduksi oleh petani kecilnya. Menurutnya, hal ini harus dilihat dari kacamata persaingan dagang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paulus Tjakrawan, Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi), mengatakan permintaan akan kelapa sawit akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan bahan bakar nabati (biofuel). Terlebih, kata dia, Pemerintahan Joko Widodo mendorong penggunaan biofuel secara masif guna mengurangi pemakain bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Paulus menilai semakin banyak masyarakat yang menggunakan biofuel, akan mengurangi impor minyak fosil. “Selain itu lebih menguntungkan jika menggunakan produk dalam negeri. Terkait lingkungan, biofuel mampu mengurangi emisi gas kaca, paparnya.”