"Yang pasti harga BBM bersubsidi harus di bawah harga keekonomian," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di kantornya, Jumat (28/11).
Meski begitu, kata Sudirman, Pemerintah menegaskan tak akan gegabah dalam mengambil keputusan terkait penurunan harga BBM bersubsidi, yang sebelumnya telah dinaikan sebesar Rp 2.000 per liter. Sebab, kebijakan untuk menaikan atau menurunkan harga BBM harus melewati proses yang rumit dan panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, harga minyak jenis light crude untuk pengiriman Desember 2014 tercatat US$ 68,97 per barel. Angka ini terus mengalami penurunan sejak dua bulan terakhir akibat berlebihnya pasokan di pasar minyak dunia. Adapun Pemerintah pada 18 Nopember 2014 kemarin telah menaikan harga premium dan solar sebesar Rp 2.000 per liter.