Salah satu negara penghasil minyak kelapa sawit yang diharapkan dapat mengimplementasikan kewajiban penggunaan biofuel secara wajib adalah Indonesia.
Pengusaha internasional berharap pada ketegasan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dalam implementasi program biofuel agar konsumsi semakin menanjak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemerintah Indonesia sekarang ini hanya menyuruh PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan penggunaan biofuel, tetapi saya kira pemerintah harus lebih keras dan tegas guna mendorong pemakaian biofuel,” ujarnya dalam International Palm Oil Conference 2015 di Bandung, Jumat (28/11).
“Kalau penggunaan biofuel meningkat, maka permintaan terhadap minyak sawit akan melonjak dan mendongkrak harga,” jelasnya.
Harga Minyak Sawit Mentah
Mengenai harga, Doraj memprediksi pada tahun depan minyak sawit mentah mampu mencapai level 2.300 hingga 2.500 ringgit per ton. Namun, hal tersebut bergantung kepada sejumlah kondisi termasuk pelaksanaan kebijakan biofuel di negara-negara pengekspor dan importir minyak sawit.
Sementara James Fry dari lembaga konsultasi ekonomi LMC International mengatakan harga minyak sawit mentah di pasar dunia memiliki keterkaitan dengan harga minyak mentah. Dia menilai jika harga minyak mentah berada pada US$ 80 per barel maka harga CPO mencapai US$ 665 per ton.
“Jika harga minyak mentah US$ 70 per barel, maka harga CPO berada di level US$ 595,” katanya.