"Ini merupakan pertemuan lanjutan setelah Presiden Joko Widodo bertemu Presiden Putin di Beijing bulan lalu. Kami rasa Indonesia adalah mitra Rusia yang baik dengan kondisi ekonomi dan investasi yang sangat positif dibandingkan negara-negara lain di dunia," ujar Galuzin di Kementerian ESDM, Rabu (3/12).
Dalam pertemuannya dengan Sudirman Said, Galuzin mengatakan ada dua agenda pokok yang dibahas yaitu implementasi rencana kerjasama di sektor minyak dan gas bumi, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya Galuzin enggan merinci rencana kerjasama Rusia dengan Indonesia di sektor energi tersebut karena masih harus dibahas lebih lanjut oleh tim teknis kedua negara.
Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji mengatakan, sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut kedua negara akan membentuk working group demi mengimplementasikan rencana kerjasama ini. Selain migas dan pertambangan, kerjasama kedua negara juga akan dilakukan di sektor ketenagalistrikan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
Saat ini Rusia melalui Rusal sedang membangun pabrik pengolahan alumina berkapasitas 1,5 juta ton dan sejumlah fasilitas pendukung seperti pelabuhan dan pembangkit listrik di Kalimantan Barat. Adapun investasi yang ditanam dalam megaproyek tersebut diperkirakan mencapai US$ 3 miliar.