"Padahal targetnya tahun ini 95 juta ton. Sepertinya (target) tidak akan sampai," ungkap Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, R. Sukhyar di Jakarta, Jumat (5/12).
Dengan realisasi produksi batubara sampai Oktober 2014 mencapai angka 380 juta ton, artinya sebanyak 325 juta ton batubara lebih banyak dijual produsen batubara nasional ke pasar ekspor atau sebanyak 85,52 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukhyar pun masih belum dapat memastikan berapa realisasi DMO batubara tahun ini. "Harusnya ada direktorat downstream untuk mengurusi hal-hal semacam ini," tutur Sukhyar.
Ditengah upaya pembatasan produksi batubara, Pemerintah menargetkan angka DMO 2015 mencapai 110 juta atau lebih tinggi 15 juta ton dari target 2014 di kisaran 95 juta ton. Sukhyar pun optimistis pihaknya dapat menggapai target tersebut meski alokasi DMO tahun ini tak mencapai target.
"Tahun depan pasti. Apalagi pemerintah sedang fokus untuk mendorong penyelesaian sejumlah proyek PLTU," katanya.
Optimisme tersebut, didasari oleh rencana Presiden Joko Widodo yang ingin membangun PLTU berkapasitas total 7 ribu Megawatt per tahun. Dengan adanya proyek tersebut, diperkirakan bisa meningkatkan pembelian konsumsi batubara sebanyak 21 juta ton.
“Kami menghitung setiap 1 MW itu memerlukan 3 juta ton batubara per tahun. Kalau business as usual-nya saja sudah 110 juta ton kemungkinan, realisasi DMO tahun depan mencapai 131 juta ton," pungkasnya.