"Kami akan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik 20 persen sampai 30 persen dan juga mulai mengoperasikan jalan tol Cikampek-Palimanan pada tahun depan," ujar Sandiaga Salahuddin Uno, Presiden Direktur SRTG, kepada CNN Indonesia, JUmat (5/12).
Sandiaga menjelaskan kapasitas pembangkit listrik sumber daya terbarukan yang dikembangkan oleh anak usahanya PT Medco Power Indonesia (MPI), rencananya akan ditingkatkan menjadi 220 mega watt (MW) pada 2015."Di mana untuk per 1 MW itu membutuhkan modal sekitar US$ 1 juta hingga US$ 1,5 juta," katanya memperkirakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk jalan tol palimanan kami menargetkan tahun depan sudah mulai beroperasi," jelasnya.
SRTG merupakan perusahaan investasi yang bergerak di tiga sektor usaha, yakni sumber daya alam, infrastruktur dan konsumer.Di sektor konsumer, SRTG memiliki tiga perusahaan afiliasi, yakni PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (barang otomotif), PT Etika Karya Usaha (properti), dan PT Gilang Agung Persada (gaya hidup).
Sedangkan di bidang infrastruktur, SRTG memiliki saham di tujuh perusahaan, yakni PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (menara telekomunikasi), PT Lintas Marga Sedaya dan PT Nusa Raya Cipta Tbk (jalan tol), PT Medco Power Indonesia, PT Tenaga Listrik Gorontalo, PT Adaro Power (pebangkit listrik), dan PT Tri Wahana Universal (penyulingan minyak).
Lalu di sektor sumber daya alam, anak perusahaan SRTG adalah PT Adaro Energy Tbk (tambang batubara), PT Provident Agro (perkebunan sawit), Interra Resources Limited (tambang migas), dan Finders Resources, Sumatra Copper & Gold, dan Sihayo Gold Limited (tambang emas, perak dan tembaga).