Direktur Marketing Retail PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang memastikan produk minyak yang dibeli anak usaha Petral di Singapura yakni Pertamina Energy Service (PES) ialah HOMC. Bambang mengatakan, pembelian HOMC itu dilakukan untuk mengoptimalisasi hasil kilang minyak Pertamina yang hanya bisa memproduksi nafta yang berkadar oktan 70 sampai 80.
“Kalau produk (nafta) tersebut dijual, ya tidak akan payu (laku)," ujar Bambang di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/12).
Bambang menegaskan, pencampuran nafta dan HOMC tadi dilakukan di kilang-kilang di Indonesia. "Setelah di-blending makanya jadi premium berkadar oktan 88. Sekarang itu tidak ada (pasar minyak) yang menjual ron 88," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, sekarang kilang-kilang tersebut tidak dapat menghasilkan produk minyak dengan kualitas ron yang tinggi.
Sebelumnya Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri menuding Pertamina kerap memesan langsung premium berkadar ron 88 dari penjual (trader) di Singapura. Pencampuran HOMC dan nafta dilakukan di negara tersebut. (Baca: Tim Antimafia: Pertamina Tak Cuma Impor Minyak Melalui Petral)
"Kalaupun Pertamina beli Ron 88, tentunya harus pesan dulu ke penjual yang nantinya penjual akan mencampur Ron 92 dengan nafta," kata Faisal.