Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan masih mengkaji apakah akan menerbitkan EBA biasa atau berbentuk surat partisipasi (EBA SP). Dia menilai penerbitan EBA akan membantu meningkatkan laba perseroan.
“Adanya penerbitan EBA dapat membantu penghematan rasio kecukupan modal (Capital Adequancy Ratio/CAR) atau tidak menggerus ekuitas perseroan guna melancarkan ekspansi,” ujarnya dalam paparan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selain itu, kita juga menaikkan perhitungan permodalan karena mendapat fee pengelolaan dan menambah laba yang pada akhirnya menambah CAR itu sendiri. Perhitungannya bisa tumbuh 15-16 persen,” jelasnya.
Direktur PT Sarana Multigriya Finansial Raharjo Adisusanto mengatakan pihaknya selaku arranger akan mengikuti keinginan kreditur asal yang mengharap penerbitan mencapai Rp 3 triliun.
Terkait penerbitan EBA SP, dia menyatakan sudah ada peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, sisi positif dari produk tersebut adalah kualitas kepercayaan pasar lebih terjamin. Likuiditas juga diharapkan bakal dapat terpenuhi.