Salah satu proyek infrastruktur prioritas yang menurut Basuki menemui masalah tersebut adalah pembangunan waduk untuk irigasi lahan pertanian sekaligus tenaga pembangkit listrik. Basuki menyebut selama lima tahun ke depan instansi yang dipimpinnya mendapat tugas untuk membangun 49 waduk di seluruh Indonesia.
Dia mengatakan saat ini sudah ada 16 waduk yang baru mulai dikerjakan, atau dalam tahap penyelesaian akhir. “Target kita selanjutnya membangun tiga waduk baru setiap tahun. Tapi sepertinya butuh kesabaran tinggi, karena salah satu tantangannya adalah pembebasan lahan,” kata Basuki dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional di Mataram, Rabu (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau alih fungsi hutan itu tidak jadi masalah karena kita bisa berkoordinasi dengan kementerian terkait,” kata Basuki.
Menurut draft awal Rencana Pembangunan Jangka Mengengah Nasional (RPJMN) 2015 hingga 2019, waduk-waduk ini nantinya juga dilengkapi dengan pembangunan beberapa pembangkit listrik tenaga air sebanyak 33 buah yang tersebar di dekat lokasi waduk dengan kapasitas antara 50 hingga 400 megawatt. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan rasio elektrifikasi masyarakat khususnya di luar Pulau Jawa.
Seperti telah diketahui sebelumnya Presiden Jokowi mengamanatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun 49 waduk baru di seluruh Indonesia dengan dana sekitar Rp 24 triliun. Dana tersebut diharapkan juga bisa membayar kompensasi pembebasan lahan yang selama ini dikeluhkan Pemerintah Daerah karena selalu menggunakan APBD.
"Untuk masalah pembebasan lahan kita usahakan menggunakan dana APBN. Tak hanya pembangunan waduk, namun pembebasan lahan proyek-proyek lain kita usahakan berasal dari APBN juga" tambahnya.