"Saya pikir memang sudah dekat masa jabatannya berakhir dan memang harus masuk orang baru untuk menata ulang pendekatan bisnis garuda," ujarnya kepada CNN Indonesia, Kamis (11/12).
Said Didu menilai Emir adalah sosok profesional yang punya keahlian dalam menyelesaikan krisis perusahaan. Hal itu dibuktikan Emir dengan membawa Garuda dua kali keluar dari krisis dan kebangkrutan. Namun, Emir dinilai gagal dalam menjaga stabilitas perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Said, peta persaingan bisnis penerbangan saat ini berubah. Garuda dinilai terlalu cepat melakukan ekspansi di layanan penerbangan jarak jauh menggunakan pesawat berbadan lebar (wide body) tanpa ada dukungan kuat dari negara.
"Persaingan bisnis penerbangan wide body itu sangat kuat. Terbukti tidak ada perusahaan yang bisa bersaing melawan Etihad, Emirates, dan Turkish Airlines, termasuk perusahaan Amerika dan Eropa. Saya sudah pernah bilang hati-hati, jangan terlalu cepat ekspansi," katanya.