"Pasca kebijakan realokasi subsidi BBM yang ditempuh Pemerintah, inflasi akan tetap terkendali dan temporer sehingga akan kembali menuju ke 4,5 plus minus 1 persen pada 2015," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam konferensi pers di gedung BI, Kamis (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, BI menjamin dampak kenaikan harga BBM hanya akan berlangsung selama tiga bulan, yang puncaknya terjadi pada bulan ini. Peter optimistis laju inflasi pada tahun depan akan kembali stabil di kisaran 4 persen plus minus 1 persen.
Pertumbuhan Ekonomi
BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan melambat mendekati batas bawah kisaran 5,1 hingga 5,5 persen. Namun pada kuartal I 2015, BI meyakini trennya berbalik dengan tingkat pertumbuhan ekonomi berkisar 5,4 hingga 5,8 persen.
"BI masih berharap dana pengalihan subsidi benar-benar digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah dan itu masih sangat mungkin akan memacu pertumbuhan ekonomi sampai 5,8 persen," kata Peter.
Sebelumnya, Bank Dunia merevisi perkiraan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2014 pada kisaran 5,1 persen atau lebih rendah dari proyeksi dalam laporan sebelumnya sebesar 5,2 persen. Revisi pertumbuhan itu karena investasi dan ekspor masih lemah, sedangkan ekonomi global masih melambat.