Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan penyebab kerugian berdagang premium, solar, dan minyak tanah yang masih disubsidi pemerintah akibat biaya distribusi BBM bersubsidi yang tidak merata ke seluruh wilayah penjualan Pertamina.
"Tapi tahun depan kami optimistis kerugian bisa berkurang dengan adanya peningkatan dan subtitusi penjualan Pertamax," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Jakarta, Jumat (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan hari ini BPH Migas secara resmi menetapkan Pertamina dan PT AKR Corporindo Tbk sebagai badan usaha yang akan mendistribusikan BBM bersubsidi tahun depan. Mengacu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2015, kedua perusahaan akan menyalurkan BBM bersubsidi sebanyak 46 juta kiloliter (KL) per 1 Januari 2015.
Dari angka 46 juta KL, Andi bilang, Pertamina mendapat jatuh penyaluran BBM bersubsidi sebesar 45.355.000 KL. Rinciannya premium sebanyak 29.460.000 KL, minyak tanah atau kerosin sebesar 850 ribu KL, sementara solar sekitar 15.045.000 KL.
Adapun AKR mendapatkan jatah premium sebanyak 20 ribu KL dan solar mencapai 625 ribu KL dengan total keduanya mencapai 645 ribu KL.
"Untuk mengawasi kegiatan distribusi BBM ini, kami akan berkoordinasi dengan Polri, BIN, Kejaksaan dan Bakokamra. Kami optimistis dengan adanya kerjasama ini bisa meminimalisir praktik penyimpangan yang kerap terjadi," tambah Andi.