Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melunak pada kuartal IV/2014 dengan pertumbuhan 2014 akan berada pada rentang yang lebih rendah sebesar 5,1-5,5 persen.
BI juga memprediksi pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada kuartal I/2015 dan mencapai 5,4-5,8 persen untuk sepanjang 2015. Menurut BI, pengeluaran pemerintah yang lebih tinggi dan investasi swasta adalah kunci untuk pertumbuhan ekonomi 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanda-tanda awal dari melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2014 dapat dilihat pada melambatnya pertumbuhan kredit pada Oktober 2014 menjadi 12,6 persen secara tahunan, dari sebelumnya 13,2 persen," tulis kedua analis tersebut dalam riset yang diterima, Jumat (12/12).
"Secara keseluruhan, kami meyakini penaikan BI rate menjadi 7,75 persen pada November akan menjadi yang terakhir tahun ini dan akan tetap dijaga sepanjang 2015," ujar mereka dalam riset.
Kedua analis tersebut menambahkan, tekanan inflasi yang tinggi setelah kenaikan harga BBM bersubsidi diprediksi akan berkurang secara bertahap mulai Februari 2015, terutama dengan mempertimbangkan rendahnya harga minyak.
Adapun kebijakan pengetatan BI telah berlanjut. Neraca transaksi berjalan kuartal III/2014 telah turun dibandingkan dengan ekspektasi menjadi 3,07 dari produk domestik bruto (PDB) di mana pertumbuhan kredit berlanjut melunak menjadi 12,6 persen pada Oktober.
"Meskipun demikian, kami memprediksi potensi BI akan mengendurkan kebijakan pengetatan moneter itu tahun depan masih jauh. Kami meyakini risiko eksternal masih akan tetap ada dan jika tidak tidak dikelola dengan baik, stabilitas ekonomi akan keluar jalur," tulis kedua analis tersebut.