"Bukan hal yang baru, karena yang dibutuhkan bukan persoalan orang asing atau dalam negeri," ucap JK usai menutup Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrengbangnas) di Jakarta, Kamis (18/12).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga menambahkan bahwa yang seharusnya dilihat dari seorang pekerja adalah soal kompetensi atau keahlian ditambah lagi faktor profesionalisme.
Pria yang berlatarbelakang sebagai pengusaha ini tidak menutup peluang bahwa Direksi BUMN dipilih dari warga asing, "Kalau ada yang kurang, dan unsur yang kurang tersebut menjadi kebutuhan ya tentu bisa saja," ujar JK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan Rini ialah banyak BUMN membutuhkan ahli untuk memimpin perusahaan tersebut. Terlebih tahun depan, akan berlaku kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan sumber daya manusia setiap perusahaan termasuk BUMN harus bisa bersaing dalam pasar bebas tersebut.