“Perkiraan angka penumpang di akhir tahun ini sedikit lebih banyak dibanding tahun kemarin yang mencapai 3,81 juta penumpang. Atau sekitar satu hingga dua persen" ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro di Jakarta, Jumat (19/12).
Namun menurut Edi, PT KAI tidak lantas mengoperasikan seluruh armada yang disediakannya tersebut. Sebanyak 371 lokomotif dioperasikan sedangkan 40 sisanya sebagai lokomotif cadangan. Kemudian untuk unit kereta, sebanyak 1.364 kereta dioperasikan dan 152 kereta lainnya untuk cadangan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan penumpang dari yang telah diperkirakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyiapkan sarana, PT KAI juga telah memeriksa kesiapan berbagai stasiun di Pulau Jawa dari mulai Jakarta, Cirebon, Surabaya, Jember, Mojokerto, Madiun, Kroya, dan Bandung. "Stasiun-stasiun tersebut kita nilai dari kesiapan posko data, operasi, kesehatan, kesehatan, dan informasi,” tambah Edi.
"Contohnya saja seperti Kereta Kutojoyo Utara itu masih kosong. Cirebon Express dan Argo Jati masih ada. Kita juga akan menambah 25 rangkaian kereta menjelang hari-H kalau dimungkinkan,” ujar Edi.
Sepanjang 2014, PT KAI menargetkan dapat mengangkut sebanyak 69,98 juta penumpang. Terdiri dari penumpang kelas eksekutif 6,96 juta, kelas bisnis 5,35 juta, kelas ekonomi 13,95 juta, KA lokal bisnis 10,43 juta, dan KA lokal ekonomi 33,29 juta.