Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudianto Rimbono mengatakan pasokan gas tersebut mampu dikonversi menjadi listrik delapan megawatt (MW) untuk memasok beberapa daerah di Tanjung Jabung Barat yang sebelumnya tidak teraliri listrik.
"Secara bertahap pasokan gas akan meningkat hingga maksimal 5 juta kaki kubik per hari," kata Rudi, Jumat (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdasarkan revisi itu JOB Jambi Merang bisa menandatangani perjanjian jual beli gas bumi dengan PDPDE Sumatera Selatan," ungkapnya.
Revisi SAL sendiri dipilih lantaran opsi ini merupakan usaha tercepat untuk mengalirkan gas ke PLTG Purwodadi mengingat di daerah tersebut tengah mengalami krisis listrik. Langkah itu sesuai berkomitmen pemerintah untuk memprioritaskan pasokan gas untuk domestik, khususnya untuk kelistrikan.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kebupaten Tanjung Jabung Barat, sampai saat ini sebagian besar wilayahnya belum mendapat listrik. Dimana di Tanjung Jabung Barat terdapat empat Kecamatan yang belum teraliri listrik. Rasio elektrisifikasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini tercatat baru mencapai 42 persen.