"Ini tinggal nyambung sedikit. Masih ada kendala dua petak lahan yang belum dibebaskan. Kami janji akhir tahun ini akan segera dibebaskan," ujar Edi ketika ditemui di Stasiun gambir, Jakarta pada hari akhir pekan lalu.
Dua petak lahan yang belum dibebaskan tersebut selama ini memang menjadi kendala pembangunan proyek yang bertujuan untuk menghilangkan kemacetan jalan raya akibat lalu lalangnya truk-truk industri dari Cikarang menuju pelabuhan. Begitu lamanya pembebasan dua petak lahan tersebut, Menteri Negara BUMN Rini Soemarno sampai harus turun ke lapangan untuk meninjau kawasan yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Direktur Jenderal Perkeretaapian kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan bahwa susahnya pembebasan lahan kedua petak ini disebabkan oleh terus berubahnya volume tanah yang diajukan oleh pemilik klaim ganti rugi. Sehingga administrasi untuk pembebasan lahan juga terus melambat.
Hermanto juga menambahkan bahwa apabila petak-petak lahan tersebut berhasil dibebaskan pada akhir tahun ini, maka pembangunan rel tersebut diharapkan bisa selesai pada awal tahun 2016. "Setelah lahan ini dibebaskan, penanganannya akan kita serahkan ke PT KAI dan semoga dalam waktu satu tahun kemudian bisa beroperasi," ujarnya.