Begitu hasil rekomendasi Tim Antimafia Migas yang disampaikan di Jakarta, Minggu (21/12).
Selain itu, tim juga meminta subsidi bensin RON 92 bersifat tetap, misalnya Rp 500 per liter. Sedangkan untuk solar, karena banyak dipakai di sektor transportasi umum, disarankan tetap dengan pola penetapan harga.
Terkait dengan pengalihan produksi jadi RON 92, tim itu merekomendasikan beberapa poin:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Pengelolaan fasilitas kilang diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina.
4. Besaran subsidi untuk RON 88 lebih kecil dari 92.
5. Fasilitasi pemerintah supaya lebih cepat melakukan pembaruan kilang.
6. Harga patokan bensin RON 88 harus memakai HIP dengan formula yang berlaku saat ini.