Sebelumnya Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro sudah mengatakan bahwa pemerintah, akan menerapkan subsidi tetap BBM mulai Januari 2015 meskipun besaran subsidinya masih belum ditentukan.
"Pasti akan kita lakukan Januari tahun depan dan akan kita masukkan anggarannya ke rancangan APBNP,” ujar Bambang di sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, apabila skema subsidi BBM tidak ditetapkan, maka APBN terancam berada di luar kontrol pemerintah. Selama ini lanjut Sofyan, APBN seringkali berada di luar kendali pemerintah akibat fluktuasi harga minyak dunia dan hal tersebut dinilai menjadi pemberat APBN selama ini.
Ubah Anggaran
Meski belum dibahas berapa besar subsidi tetapnya, pemerintah yakin penetapan subsidi tetap BBM akan merubah porsi anggaran APBN 2015. Pemerintah pun siap menghadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk membahas masalah perubahan anggaran tersebut karena banyak asumsi makro yang akan berubah dalam APBN 2015 mendatang, seperti kurs rupiah terhadap dolar, harga minyak dunia (ICP) dan lain-lain.
"Selama ini yang menyangkut fix subsidi perlu persetujuan dewan. Tetapi sebagai inisiatif policy, mungkin diumumkan dalam waktu yang tak lama," kata Sofyan.
Sofyan pun menjamin penetapan subsidi tetap tidak akan menyebabkan inflasi di tengah masyarakat. Dia menilai masyarakat akan mulai terbiasa dengan mekanisme naik turunnya harga BBM.
"Tentu kan, masyarakat akan terbiasa nanti. Di mana harga ditentukan oleh mekanisme naik turun, kemudian tentu akan ada efek. Tapi masyarakat akan terbiasa. Justru kalau kita tahan selama ini, ketika dilepas, akan terjadi inflasi," kata Sofyan.