Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan ongkos produksi cabai merah di musim kemarau sebesar 12,4 persen dibandingkan dengan musih penghujan. Sementara untuk produksi cabai rawit di musim kemarau, petani dipaksa merogoh kocek lebih tinggi 31,4 persen.
Kepala BPS Suryamin menjelaskan biaya produksi tanaman cabai merah pada musim kemarau sebesar Rp 54,1 juta per hektar, lebih tinggi Rp 6 juta dibandingkan dengan ongkos produksi di musim hujan yang sebesar Rp 48,1 juta per hektar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Suryamin, biaya produksi usaha tanaman cabai merah yang paling besar adalah untuk membayar upah pekerja, yang nilainya mencapai 47,74 persen dari total pengeluaran. Sementara sisany terdistribusi untuk pupuk 17,15 persen, sewa lahan 9,66 persen dan lain-lain.