Susiwijono Moegiarso, Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai DJBC, mengklaim pencapaian tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu karena secara nominal meningkat Rp 6,3 triliun atau tumbuh 5,1 persen. Menurutnya, hanya cukai yang sejauh ini sudah melampaui ekspektasi, yakni sebesar Rp 118,1 triliun atau sekitar 100,6 persen dari target APBNP 2014.
“Cukai masih menjadi mayoritas penerimaan sampai dengan sekarang,” katanya di Jakarta, Selasa (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bea masuk dan bea keluar di bawah target karena impor turun 4,5 persen dibandingkan tahun lalu," ujarnya.
Menurutnya, rencana awal ekspor tembaga Freeport untuk tahun ini sebesar 940.989 metrik ton. Namun realisasinya hanya mencapai 681.575 ton atau Rp 1,2 triliun. “Salah satu penyebabnya ekspor dari Freeport baru dimulai Agustus 2014,” jelasnya.
Selain faktor domestik, kata Susiwijono, faktor global juga ditengarai menjadi penyebab turunnya nilai bea masuk dan bea keluar. Anjloknya harga komoditas global dituding sebagai biang keladi dari pelemahan kinerja ekspor dan impor Indonesia.
"Tahun ini ekspor-impor akan turun dibandingkan tahun lalu, terutama ekspor yang terpengaruh kondisi ekonomi global terutama negara-negara yang mengalami pelambatan ekonomi seperti Tiongkok, Jepang dan India," ujarnya.