"Penerimaan akan bertambah Rp 100 triliun dari pajak. Sementara PNBP berkurang Rp 100 triliun. Jadi offside saja, hampir sama dengan target penerimaan negara 2015," ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Istana Kepresidenan, Rabu (24/12).
Dalam APBN 2015, target penerimaan negara dipatok sebesar Rp 1.793,6 triliun. Itu terdiri dari setoran pajak sebesar Rp 1.201,7 triliun (67 persen), penerimaan kepabenaan dan cukai Rp 178,3 triliun (10 persen), PNBP Rp 410,3 triliun (23 persen), dan sisanya hibah Rp 3,3 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"RAPBNP akan kami ajukan ke DPR pada minggu kedua Januari 2015," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menegaskan.
Selain mengubah postur anggaran, pemerintah juga merevisi hampir semua asumsi makroekonomi yang dibuat oleh kabinet era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berikut rencana perubahan asumsi makroekonomi 2015:
| APBN 2015 | RAPBN 2015 | |
| Pertumbuhan ekonomi (%) | 5,8 | 5,8 |
| Inflasi (%) | 4,4 | 5,0 |
| Suku bunga SPN 3 bulan (%) | 6,0 | 6,2 |
| Kurs (Rp/US$) | 11.900 | 12.200 |
| Harga minyak mentah/ICP (US$/barel) | 105 | 70 |
| Produksi minyak (ribu barel per hari) | 900 | 849 |
| Produksi gas (ribu barel per hari) | 1.240 | 1.120 |