"Bahan pokok masyarakat seperti beras, menyumbang inflasi terbesar Desember. Maka dari itu, kita sangat peduli akan hal tersebut sehingga akan kita adakan upaya operasi pasar agar menjaga ketersediaan pangan dan kestabilan harga,” ujar Sofyan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (29/12).
Sofyan juga mengatakan dirinya telah menginstruksikan operasi pasar untuk semua daerah di Indonesia, namun kebijakan ini akan lebih difokuskan di daerah-daerah yang membutuhkan pasokan beras lebih banyak. "Semua daerah akan kita lakukan operasi pasar, tapi fokus kita adalah masyarakat yang kurang beras. Lalu kita juga akan fokus di daerah bencana seperti Aceh,” tambah Sofyan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sofyan menambahkan bahwa program beras untuk rakyat miskin (raskin) masih akan tetap berlaku pada tahun depan meskipun program raskin ini akan pemerintah ganti dengan subsidi tunai langsung, sehingga tak ada lagi subsidi berupa komoditi pokok.
Sebelumnya di tempat yang sama, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menaksir bahwa harga pangan ini berkontribusi pada kenaikan inflasi Desember sebesar 2,1 hingga 2,2 persen.
"Memang inflasi di bulan Desember ini dipicu oleh Volatile Food dan Administered Pricing. Kalau tidak dijaga harga pangannya, maka inflasi year-on-year akhir tahun bisa mencapai 8 persen" tukas Agus.