"Kendalanya ada di gangguan fasilitas sumur fasilitas produksi, unplaned shut down yang mencapai 2.500 kejadian dan high invetory Bontang," kata Rudianto di Jakarta, Selasa (30/12).
Selain fasilitas produksi, gangguan lain yang menyebabkan besarnya potensi kehilangan minyak nasional juga berasal dari mundurnya pengoperasian proyek. SKK Migas mencatat sedikitnya enam proyek yang mundur sehingga potensi produksi berkurang mencapai 7.400 BPH. Dimana ke-enam lapangan tersebut meliputi: Banyu Urip, Bukit Tua, Kerendan, Ridho, Bayan, dan Sampoerna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendala perizinan dan gangguan keamanan seperti pencurian juga menjadi penyebab. Dari gangguan tersebut Indonesia kehilangan potensi produksi minyak 8.400 BPH,” tuturnya.
(Baca juga: Lima Alasan SKK Migas Tak Capai Target Lifting 2014)