Freeport dinilai tak menunjukkan kemajuan yang berarti dalam hal pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur. Padahal tenggang waktu pelaporan perkembangan pembangunan smelter adalah 25 Januari 2015.
"Kemarin saya sudah tandatangani suratnya. Kami ingatkan lagi ke Freeport kalau jatuh temponya itu 25 Januari (2015)," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, R. Sukhyar di Jakarta, Selasa (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan tenggat waktu 6 bulan, itu artinya Freeport harus melaporkan kemajuan dari proyek yang memiliki kapasitas 1,2 juta ton konsentrat itu pada akhir Januari 2015.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153 tahun 2014 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar, jika pembangunan smelter tak berjalan maka pemerintah berhak menghentikan kegiatan ekspor.
Peraturan itu juga mewajibkan Freeport melaporkan besaran bea keluar yang akan dievaluasi setiap enam bulan sekali. Di mana evaluasi tersebut memperhatikan kemajuan pembangunan smelter.
Namun, Sukhyar enggan menyebutkan sanksi apa yang disiapkan pemerintah apabila sampai tenggat waktu Freeport tidak melaporkan perkembangan smelter-nya. "Soal sanksi kan sudah diatur dalam peraturan menteri keuangan," katanya.