Sebenarnnya, perbankan Indonesia menutup tahun 2014 dengan catatan yang sangat tinggi. Indeks JAKFIN, yang jadi salah satu indikator pergerakan saham perbankan, naik 35 persen sepanjang tahun lalu dan mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan lebar margin 14 persen.
“Jika sejarah adalah panduan, kemungkinan besar sektor perbankan bakal mengalahkan IHSG kembali pada 2015,” ujar analis PT Macquarie Capital Securities Indonesia Nicolaos Oentung dalam riset yang diterima, Minggu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami pikir dua tekanan utama pendapatan bank untuk 2015 terkait kondisi kredit yang masih lemah, suku bunga acuan yang tinggi, dan persaingan deposito. Selain itu tekanan kualitas aset karena melambatnya pertumbuhan konsumsi swasta dan pelemahan di sektor pertambangan,” ujarnya.
“Kualitas aset juga bakal mengalami pelemahan lebih lanjut karena konsumsi swasta mulai melambat, yang akan meningkatkan tingkat kredit macet dalam sektor perdagangan, restoran, dan perhotelan, yang merupakan bagian penting dari kredit perbankan,” kata Nicolaos.