Seperti dilansir Reuters, S&P 500 telah mengalami pelemahan selama empat hari terakhir dengan rata-rata pelemahan sebesar 1,8 persen. Indeks Dow Jones juga ditutup melemah sebanyak dua persen pada sesi Senin (5/1) kemarin.
Harga future minyak mentah anjlok ke angka terendah sejak 2009 akibat suplai berlebihan dan berkurangnya permintaan Amerika Serikat (AS) akan minyak mentah. Harga future-nya bahkan turun sebanyak lima persen menjadi di bawah US$ 50 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones industrial turun sebesar 331,34 poin atau 1,86 persen ke angka 17.501,65. S&P 500 turun sebesar 37,62 poin atau 1,83 persen ke angka 2.020,58. Sedangkan Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 74,24 poin atau 1,57 persen ke angka 4.652,57.
Sementara itu di sektor kesehatan, dimana sektor ini merupakan sektor dengan performa terbaik di indeks S&P 500, nilainya juga ikut turun sebesar 0,6 persen. Meskipun begitu, gain Boston Scentific tetap meningkat sebesar 4 persen setelah terdapat perbaikan pada sisi brokernya.
Selain Boston Scientific, nilai saham Gilead Sciences Inc juga meningkat setelah CVS Health Corp berjanji akan membantu pembiayaan proyek pengobatan Hepatitis C milik Gilead dan tidak menindaklanjuti pembiayaan proyek perawatan Hepatitis C milik AbbVie Inc. Akibatnya, nilai saham AbbVie turun sebesar dua persen.
Sebanyak 7,09 miliar saham diperdagangkan pada hari Senin kemarin. Angka ini di atas rata-rata perdagangan harian bulan Desember 2014 dimana 6,87 miliar lembar saham berpindah tangan menurut BATS Global Markets. (gen)