Seperti dikutip dari CNN, Editor AirlineRatings.com Geoffrey Thomas menjelaskan rilis 10 maskapai teraman dilakukan perusahaannya berdasarkan permintaan pembaca yang ingin tahu ada tidaknya hubungan antara harga tiket murah dengan faktor keselamatan penerbangan.
“Para editor AirlineRatings.com menilai maskapai berbiaya rendah tidak berarti memiliki tingkat keamanan yang rendah pula,” ujar Thomas, dikutip Rabu (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Maskapai-maskapai LCC ini semua lolos audit ketat dari International Air Transport Association Operational Safety Audit (IOSA) dan memiliki catatan keamanan yang sangat baik,” kata Thomas.
1. Aer Lingus (Irlandia)
2. Alaska Airlines (AS)
3. Icelandair (Islandia)
4. Jetblue (Amerika Serikat)
5. Jetstar (Australia)
6. Kulula.com (Afrika Selatan)
7. Monarch Airlines (Inggris)
8. Thomas Cook (Inggris)
9. TUI Fly (Jerman) dan
10. WestJet (Kanada)
Sebelumnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengkritisi kebijakan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang kembali menerapkan kebijakan tarif batas bawah tiket penerbangan.
Alasan Jonan yang menilai harga tiket yang terlalu murah serta perang harga tiket yang kerap terjadi membuat maskapai nasional mengurangi biaya teknis terkait keselamatan penerbangan. Jonan membatasi harga tiket termurah yang harus dijual maskapai nasional adalah 40 persen dari harga tiket terendah tarif batas atas sehingga maskapai memiliki ruang lebih untuk melakukan hal teknis terkait keselamatan.
Namun menurut Ketua KPPU Muhammad Nawir Messi, tidak ada korelasi antara rendahnya harga tiket dengan faktor keselamatan penerbangan yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan pesawat.
“Terjadinya kecelakaan pesawat itu tidak ada hubungannya dengan harga tiket murah. Coba cek dulu di internal birokrasi Kementerian Perhubungan dan otoritas bandara, ada faktor kelalaian yang menyebabkan kecelakaan atau tidak? Jadi bukan persoalan tiket murah,” ujar Nawir kepada CNN Indonesia. (gen)