"Kami perkirakan kenaikan penggunaan gas bumi sebagai bahan baku industri meningkat sekitar 10 hingga 15 persen. Angka tersebut sudah mencakup penyediaan gas untuk pembangkit listrik dan pupuk,” ujar Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Safiun di Jakarta, Rabu (7/1).
Achmad menyebut angka ini merupakan pertumbuhan natural yang setiap tahun terjadi seiring dengan pertumbuhan industri. Dia menilai penggunaan gas bumi dalam proses produksi belum maksimal karena terhambat minimnya infrastruktur gas, terutama pembangunan pipa penyaluran gas bumi. Hambatan itu menyebabkan pasokan gas menjadi terbatas meskipun industri memiliki kemampuan memproduksi output lebih besar daripada input yang dipasok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan akibat kurangnya pasokan gas bumi, Achmad mengatakan bahwa industri sampai harus menggunakan gas tabung demi memenuhi bahan bakunya. "Infrastruktur tidak sesuai sehingga tidak semua dapat gas. Akhirnya mereka pakai gas alam terkompresi (CNG) demi memenuhi kebutuhan bahan bakunya,” tambahnya.
Dia berharap agar pemerintah segera membenahi sistem infrastruktur gas bumi agar industri berbahan baku ini dapat terus tumbuh dan tentunya mampu mendorong pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia. "Perlakukan energi juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, jangan hanya dippandang sebagai komoditas semata saja" pungkasnya.
Berdasarkan data yang dimiliki asosiasi, kebutuhan gas bumi sebagai bahan baku industri mencapai 2.200,76 million standard cubic feet per day (MMSCFD) di tahun 2014, sehingga tahun ini diperkirakan penggunaan gas bumi sebagai bahan baku industri mencapai 2.420,83 MMSCFD hingga 2.530,74 MMSCFD. (gen)