Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan peningkatan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa hasil ekspor migas dan penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah.
“Selain itu dari penerimaan pemerintah lainnya dalam valuta asing yang melebihi pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri dan kebutuhan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tirta mengatakan posisi cadangan devisa per akhir Desember 2014 dapat membiayai 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
“Bank Indonesia menilai level cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” ujarnya. (gen)