"Jasa keuangan kan dividennya besar, ada Rp 9 triliun. Kalau misalnya seluruh Rp 9 triliun ini kita alokasikan untuk pinjaman, maka kira-kira kita bisa leverage hingga Rp 50-an triliun untuk penyaluran kredit," kata Anggota VII Badan Pemeriksa Keuangan Achsanul Qosasih ketika ditemui di Jakarta, Kamis (8/1).
Menurut Achsanul, bank-bank BUMN seharusnya jangan diberikan target penerimaan dividen hanya untuk sekedar membantu penerimaan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Achsanul juga berpendapat bahwa ekspansi kredit akibat pemotongan dividen ini nantinya akan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sehingga manfaat pemotongan dividen ini akan dirasakan oleh semua pihak.
Sebelumnya, Menteri Negara BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa dividen bank-bank BUMN akan dipangkas sebesar 10 persen menjadi 20 persen. Namun besaran pemotongan dividen masing-masing bank besarannya berbeda.
"Dividen bank-bank BUMN akan diturunkan dari 30 persen menjadi 20 persen" ujar Rini di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (7/1) malam.