Menurut Graham, penjualan tiket dengan harga murah yang umumnya dilakukan oleh maskapai low cost carrier (LCC) selama ini selalu bisa menyesuaikan harga tiket murah dengan aturan keselamatan penerbangan yang ketat.
"Di Eropa, catatan keselamatan LCC sangat baik. Tidak ada kaitan antara tiket murah dan lemahnya keselamatan penerbangan," kata Graham pada acara seminar ASEAN Open Sky di Graha Angkasa I, Jakarta, Senin (12/1) dikutip dari detikfinance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Graham menjelaskan inovasi yang dilakukan maskapai LCC untuk bisa menciptakan harga tiket murah dipastikan tidak mengurangi aspek keselamatan penerbangan mengingat persaingan yang ketat dalam memperebutkan penumpang.
Optimalkan Utilisasi Pesawat
Menurutnya yang dilakukan maskapai LCC untuk bisa menjual murah tiket bukan dengan mengorbankan biaya perawatan pesawat. Namun salah satunya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan pesawat.
“LCC memanfaatkan pesawat dengan maksimal. Mereka juga meminimalkan penggunakan tipe pesawat dengan hanya memakai satu jenis pesawat. Di Eropa, tarif bandara khusus LCC juga tidak mahal,” sebutnya.
Sebelumnya Head of Research Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Wismono Nitidihardjo berpendapat penilaian Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bahwa maskapai penerbangan yang terlalu gencar menjual tiket murah dipastikan melupakan aspek keselamatan sebagai penilaian yang keliru.
“Harga tiket bisa dijual murah itu bukan karena mengurangi biaya teknis perawatan pesawat dan biaya lain terkait keselamatan penerbangan. Maskapai LCC bisa menjual tiket murah karena mereka tidak menjual kemewahan dalam penerbangan yang dilayaninya, berbeda dengan maskapai full service,” jelas Wismono. (gen)