Direktur PT Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dengan neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan yang diprediksi membaik akan berdampak positif bagi kondisi perekonomian Indonesia.
“Saya akui, level BI rate 7,75 persen termasuk agresif bagi pasar. Namun saya paham tujuan BI untuk mengendalikan inflasi dan neraca transaksi berjalan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tingkat bunga sangat tergantung pada laju inflasi di dalam negeri, karena Bank Indonesia menganut inflation targeting framework. Hal itu menunjukkan BI akan menaikkan bunga bila ekspetasi inflasi cenderung meningkat, dan sebaliknya.
Purbaya menyatakan pihaknya memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berada pada rentang 5,3-5,4 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi global terutama sebagian mitra dagang utama Indonesia sedikit membaik pada 2015.
“Hal tersebut akan berdampak positif terhadap ekspor kita,” katanya.
Sebelumnya, permintaan domestik yang kuat telah memicu penaikan impor, sedangkan kondisi global yang lesu membuat ekspor Indonesia tertekan. Akibatnya, Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan. Namun kondisi defisit neraca perdagangan saat ini cenderung menurun.
(ded/ded)